
Fermentasi asam cuka adalah proses oksidasi lanjutan dari alcohol oleh bakteri tertentu yang menghasilkan asam cuka. Proses ini merupakan salah satu contoh fermentasi yang berlangsung dalam keadaan aerob, artinya prosesnya menggunakan oksigen. Bakteri yang berperan dalam fermentasi ini adalah acetobactera aceti dengan substrat etanol (alcohol). Dengan oksigen yang cukup, bakteri tersebut dapat menghasilkan cuka dari berbagai makanan yang mengandung alcohol, misalnya buah buahan seperti apel dan anggur, biji2an seperti malt dan beras, umbi - umbian seperti kentang dan singkong; dan juga bahan - bahan yang mngandung cukup banyak gula seperti cairan buah, madu, atau sirup.

Untuk difermentasikan menjadi asam cuka, bahan - bahan tersebut harus mengalami proses fermentasi alcohol terlebih dahulu yang memerlukan mikroba pemecaha gula sperti saccharomyces sp. Setelah alcohol terbentuk, kemudian bahan tersebut dioksidasi oleh acetobacter menjadi asam cuka. Proses perubahan alcohol menjadi asam cuka disebut proses acetisikasi. Asam cuka sendiri kadang disebut juga dengan nama asam asetat.
Reaksi kimia dari fermentasi asam cuka secara umum sperti dibawah ini:
C2H5OH + O2 ----> CH3COOH + H2OEnergy yang dihasilkan pada fermentasi asam cuka 5x lebih besar dibanding energy yang dihasilkan dari fermentasi alcohol secara anaerob. Jika fermentasi alcohol umumnya hanya sebesar 2 ATP, fermentasi asam cuka bisa mencapai 10 ATP. Fermentasi asam cuka ini berlangsung aerob karena memproduksi H2O (air). Namun meskipun aerob (menggunakan oksigen), proses ini tetap disebut fermentasi karena bahanya adalah alkohol yang merupakan senyawa produk dari proses fermentasi.
Beberapa manfaat dari asam cuka:
- Asam acetat yang digunakan dalam produksi poliner maupun berbagai macam serat dan kain
- Bahan pengatur keasaman pada industri maknan
- Bahan minuman seperti cuka apel
- Pelunak air dalam rumah tangga